1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan cacat las porositas dan bagaimana cacat ini dapat mempengaruhi kekuatan sambungan las! Apa yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya cacat tersebut selama proses pengelasan?
2. Apa itu uji tarik dalam pengujian bahan las, dan apa yang dapat ditunjukkan oleh hasil uji tarik terhadap kualitas sambungan las? Jelaskan cara-cara yang benar dalam melakukan uji tarik pada spesimen las!
3. Sebutkan dua jenis uji non-destruktif yang sering digunakan untuk mendeteksi cacat dalam sambungan las, dan jelaskan bagaimana masing-masing uji tersebut bekerja untuk mendeteksi cacat seperti retakan atau porositas!
4. Cacat las yang sering terjadi pada proses pengelasan adalah retakan panas. Jelaskan penyebab utama dari cacat ini dan bagaimana cara menghindarinya dalam praktik pengelasan!
5. Mengapa pengujian bend (bending test) sangat penting dalam mengevaluasi kualitas sambungan las, terutama pada sambungan sudut atau T-joint? Jelaskan prosedur yang tepat dalam melakukan uji pembengkokan pada spesimen las dan bagaimana interpretasi hasilnya!

NAMA:ALIF GANDHI MAULANA
BalasHapusKELAS:XIOA
NO :03
FAIZAL HERMAWAN
BalasHapus11
XI OA
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap di dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
4. Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
5. karena dapat menunjukkan kualitas hasil pengelasan secara visual.
HIKARU BIDAYAH PUTRA
BalasHapus17
OA
1.cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam las, sehingga menimbulkan rongga-rongga kecil atau besar di dalam atau di atas permukaan logam las
4.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
5.karenadapat menunjukkan kualitas hasil pengelasan secara visual
NAMA: DANANG MARGIYANTO
BalasHapusNOMER:06
KELAS:XIOA
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam las, sehingga menimbulkan rongga-rongga kecil atau besar di dalam atau di atas permukaan logam las. Cacat ini dapat melemahkan sambungan las dan membuatnya rentan terhadap korosi.
4. Retakan panas adalah cacat las yang disebabkan oleh suhu pengelasan yang terlalu tinggi sehingga mengubah struktur logam, cara mengatasi nya: Suhu pengelasan, Logam pengisi, Komposisi material
5. Pengujian bending atau uji tekuk sangat penting dalam mengevaluasi kualitas sambungan las karena dapat menunjukkan kualitas hasil las berdasarkan variasi arus listrik dan jenis elektroda yang digunakan.
IRFAN ARBIANSYAH
BalasHapus19
XI OA
1.cacat las porositas adalah cat
pengelasan yang terjadi ketika gas
terperangkap di dalam logam cair dan membentuk ronga ronga kecil saat logam mengeras
4.cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk ronga ronga kecil saat logam mengeras
5.karena dapat menunjukan kualitas hasil pengelasan secara visual
David Christian Danilia Putra
BalasHapus07/XIOA
1.Cacat las porositas adalah kondisi di mana terdapat rongga-rongga kecil atau lubang-lubang di dalam las yang disebabkan oleh terperangkapnya gas-gas, seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, atau karbondioksida, selama proses pengelasan.
4.penyebab utama:1. Perubahan suhu yang cepat dan ekstrem, menyebabkan logam mengalami ekspansi dan kontraksi.
2. Ketidakseragaman struktur logam.
3. Kekurangan atau kelebihan panas las.
Cara menghindari:
1. *Pembersihan permukaan*: Bersihkan permukaan logam dari kekotoran, minyak, dan kelembaban.
2. *Pemilihan elektroda*: Pilih elektroda yang sesuai dengan jenis logam dan proses pengelasan.
3. *Pengaturan suhu*: Atur suhu las yang tepat dan konstan.
5.
Tujuan:1. Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan las.
2. Mendeteksi cacat las seperti retakan, porositas, atau penetrasi yang tidak memadai.
3. Mengevaluasi kemampuan sambungan las menahan beban dan tekanan.
Prosedur:1. Siapkan spesimen las dengan ukuran yang sesuai.
2. Tentukan jenis pengujian (bending test): statis atau dinamis.
3. Gunakan mesin uji bend dengan kapasitas beban yang sesuai.
4. Pasang spesimen las pada mesin uji.
5. Lakukan pengujian dengan mengaplikasikan beban secara bertahap.
6. Catat hasil pengujian, termasuk sudut pembengkokan dan beban maksimum.
Nama:David dwi saputro
BalasHapusNo :08
Kelas :XI OA
Mapel: pengelasan
1.atur kepecatan pengelasan yang sesuai agar logam pengisi cukup mengisi sambungan
4.penyebabnya arus pengelasan terlalu tinggi
-gunakan posisi pengelasan yang tepat dan pastikan pengelasan dilakukan dengan teknik yang benar.
5.karena dapat menunjukan hasil pengelasan secara visual
Zaenal Rifki Abidin
BalasHapusKls XI OA
No absen 31
3. mendeteksi cacat, ketidaksempurnaan, atau anomaly pada material dan/atau struktur tanpa menyebabkan kerusakan permanen.
4. Arus pengelasan yang terlalu tinggi: Bisa menyebabkan logam meleleh terlalu banyak dan percikan.
5. untuk mengetahui kualitas hasil las berdasarkan variasi arus listrik, jenis elektroda yang digunakan saat proses pengelasan.
NAMA:ALIF GANDHI MAULANA
BalasHapusKELAS:XIOA
NO. :03
3.cacat pada sambungan las adalah radiografi dan liquid penetration test
4.penyebab utama:1. Perubahan suhu yang cepat dan ekstrem, menyebabkan logam mengalami ekspansi dan kontraksi.
2. Ketidakseragaman struktur logam.
3. Kekurangan atau kelebihan panas las.
Cara menghindari:
1. *Pembersihan permukaan*: Bersihkan permukaan logam dari kekotoran, minyak, dan kelembaban.
2. *Pemilihan elektroda*: Pilih elektroda yang sesuai dengan jenis logam dan proses pengelasan.
3. *Pengaturan suhu*: Atur suhu las yang tepat dan konstan.
5.
Tujuan:1. Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan las.
2. Mendeteksi cacat las seperti retakan, porositas, atau penetrasi yang tidak memadai.
3. Mengevaluasi kemampuan sambungan las menahan beban dan tekanan.
Prosedur:1. Siapkan spesimen las dengan ukuran yang sesuai.
2. Tentukan jenis pengujian (bending test): statis atau dinamis.
3. Gunakan mesin uji bend dengan kapasitas beban yang sesuai.
4. Pasang spesimen las pada mesin uji.
5. Lakukan pengujian dengan mengaplikasikan beban secara bertahap.
6. Catat hasil pengujian, termasuk sudut pembengkokan dan beban maksimum
Nama : Natanael Putra Erlangga
BalasHapusNo : 24
Kelas : XI OA
Jawaban :
(4.) •Perubahan suhu yang cepat dan tidak merata.
• Teknik pengelasan yang buruk.
• Bahan las tidak sesuai.
•Kotoran dan minyak pada permukaan logam.
•Kurangnya gas pelindung.
•Logam dengan kadar karbon tinggi.
(5.) Tujuan Pengujian
Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan
Prosedur Pengujian
1. Siapkan spesimen las (10-20 mm tebal, 50-100 mm panjang).
2. Bersihkan permukaan spesimen.
3. Lakukan pengujian bend dengan mesin uji.
4. Atur sudut pembengkokan (90-180 derajat).
5. Catat hasil pengujian.
(2.)1.Spesimen uji yang digunakan adalah baja dengan karbon rendah
2. Ukur panjang dan diameter spesimen uji yang digunakan
3. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan
4. Letakkan spesimen uji pada pencekam
5. Operasikan mesin uji tarik dan catat diameter.
Nama:Abid Abdur R.A
BalasHapusNo: 01
Kelas:XI0A
1.-atur kecepatan pengelasan yang sesuai agar logam pengisi cukup mengisi sambungan
4. -penyebabnya arus pengelasan terlalu tinggi
-sesuaikan Arus dan tegangan sesuai dengan spesifikasi kawat las dan material yang dilas
5.Berikut adalah prosedur dan interpretasi hasil uji pembengkokan (bending test) pada spesimen las:
# Persiapan
1. Siapkan spesimen las dengan ukuran yang sesuai (biasanya 10-20 mm tebal, 50-100 mm panjang, dan 20-50 mm lebar).
2. Pastikan spesimen bebas dari kerusakan dan kotoran.
3. Tentukan jenis uji pembengkokan (statik atau dinamik).
4. Pilih alat uji pembengkokan yang sesuai (misalnya, mesin uji universal).
# Prosedur Uji
1. Pasang spesimen las pada alat uji dengan posisi yang tepat.
2. Atur beban dan kecepatan uji sesuai standar (misalnya, ASTM E190-14 atau ISO 5173).
3. Lakukan uji pembengkokan dengan mengaplikasikan beban secara bertahap.
4. Catat data selama uji, seperti:
- Beban maksimum.
- Sudut pembengkokan.
- Kekuatan tarik.
- Kekuatan bending.
1. Ulangi uji beberapa kali untuk memastikan hasil yang konsisten.
# Interpretasi Hasil
1. Kekuatan bending (σb): Besar beban maksimum dibagi dengan luas penampang spesimen.
2. Sudut pembengkokan (θ): Ukuran kemampuan spesimen untuk membengkok tanpa patah.
3. Kekuatan tarik (σt): Besar beban maksimum dibagi dengan luas penampang spesimen.
4. Kekuatan bending spesifik (Rb): Kekuatan bending dibagi dengan berat jenis material.
5. Analisis visual: Periksa spesimen untuk menemukan tanda-tanda kerusakan, seperti retakan atau patahan.
# Kriteria Penilaian
1. Kekuatan bending minimum sesuai standar.
2. Sudut pembengkokan minimum 30-45 derajat.
3. Tidak ada kerusakan atau patahan pada spesimen.
4. Kekuatan tarik sesuai standar.
# Standar dan Pedoman
1. ASTM E190-14 (Uji Pembengkokan Statik untuk Baja).
2. ISO 5173 (Uji Pembengkokan untuk Baja).
3. ASME Boiler and Pressure Vessel Code (BPVC).
4. American Welding Society (AWS) D1.1.
# Perawatan dan Pengamanan
1. Gunakan peralatan pelindung diri.
2. Pastikan area uji bersih dan bebas bahaya.
3. Simpan hasil uji dan dokumen secara rapi.
4. Lakukan kalibrasi alat uji secara berkala.
Dengan mengikuti prosedur ini, Anda dapat melakukan uji pembengkokan yang akurat dan memahami hasilnya untuk menilai kualitas sambungan las.
ervin gio saputra
BalasHapus10
XI OA
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap di dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
4. Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
5. karena dapat menunjukkan kualitas hasil pengelasan secara visual.
Renanda Ramadhan F
BalasHapus27
XI OA
1. cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam las, sehingga menimbulkan rongga-rongga kecil atau besar di dalam atau di atas permukaan logam las
4. disebabkan oleh suhu pengelasan yang terlalu tinggi sehingga mengubah struktur logam
5. dapat menunjukkan kualitas hasil las berdasarkan variasi arus listrik dan jenis elektroda yang digunakan
anonim
BalasHapusnama:rizal Gunawan
kelas:IX OA
absen:30
3.pengujian dengan zat pewarna
pengujian dengan magnet
4.adalah cacat las ketika uap gas terperangkap didalam logam cair sehingga membentuk kawah"kecil atau rongga"kecil
5.karena dapat menunjukkan hasil pengelasan secara visual
Nama:muhammad iqbal
BalasHapusNo :26
Kelas :XIOA
1.) Cacat las porositas adalah kondisi di mana terdapat rongga-rongga kecil atau lubang lubang pada sambungan las
4.)arus pengelasan yg terlalu tinggi
5.) Tujuan Pengujian
Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan
Prosedur Pengujian
1. Siapkan spesimen las (10-20 mm tebal, 50-100 mm panjang).
2. Bersihkan permukaan spesimen.
3. Lakukan pengujian bend dengan mesin uji.
4. Atur sudut pembengkokan (90-180 derajat).
5. Catat hasil pengujian.
Nama: Rafif Niko p
BalasHapusNo : 26
Kelas: XI
2. 1.Spesimen uji yang digunakan adalah baja dengan karbon rendah
2. Ukur panjang dan diameter spesimen uji yang digunakan
3. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan
4. Letakkan spesimen uji pada pencekam
5. Operasikan mesin uji tarik dan catat diameter.
4. Penyebab utama cacat pada pengelasan biasanya melibatkan faktor seperti pengaturan arus listrik yang tidak tepat, kecepatan pengelasan yang tidak sesuai, atau kualitas material yang buruk. Untuk menghindarinya:
1. *Pengaturan Arus yang Tepat*: Pastikan arus listrik disesuaikan dengan jenis dan ketebalan material yang digunakan.
2. *Kecepatan Pengelasan yang Sesuai*: Gunakan kecepatan pengelasan yang tepat untuk menghindari penetrasi yang berlebihan atau kurang.
3. *Kualitas Material*: Gunakan material berkualitas baik dan bersih dari kontaminasi.
4. *Pelatihan Operator*: Pastikan operator las terlatih dengan baik dan mengikuti prosedur yang benar.
5. prosedur untuk melakukan uji pembengkokan pada spesimen las beserta interpretasi hasilnya:
*Prosedur Uji Pembengkokan*
1. *Persiapan Spesimen*: Potong spesimen las sesuai ukuran yang ditentukan oleh standar pengujian.
2. *Pemasangan Spesimen*: Letakkan spesimen di mesin uji pembengkokan dengan posisi yang tepat.
3. *Aplikasi Beban*: Terapkan beban secara bertahap hingga spesimen mengalami pembengkokan.
4. *Pengamatan*: Amati permukaan spesimen selama proses pembengkokan untuk mendeteksi adanya cacat seperti retakan atau patahan.
*Interpretasi Hasil*
- *Spesimen Lulus*: Jika spesimen mengalami pembengkokan tanpa menunjukkan tanda-tanda retak atau patah, maka spesimen dianggap lulus uji.
- *Spesimen Gagal*: Jika spesimen menunjukkan retakan atau patahan selama pembengkokan, maka spesimen dianggap gagal uji.
Uji pembengkokan membantu menilai kekuatan dan kualitas sambungan las dengan memeriksa ketahanan terhadap deformasi.
Nama:nova andriyanto
BalasHapusKelas:Xl oa
No:25
(2.)Spesimen uji yang digunakan adalah baja dengan karbon rendah 2. Ukur panjang dan diameter spesimen uji yang digunakan 3. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan 4. Letakkan spesimen uji pada pencekam 5. Operasikan mesin uji tarik dan catat diameter
(4.)1.Atur arus pengelasan yang cukup tinggi untuk memastikan logam meleleh dengan baik.
2.Sesuaikan kecepatan pengelasan agar logam punya cukup waktu untuk menyatu.
3.Bersihkan permukaan logam dan kawat las sebelum pengelasan untuk menghilangkan kotoran dan oksida
(5.)Sudut tekuk bisa 90°, 120° atau 180° tergantung pada persyaratan spesifikasi. Setelah pengujian selesai, kupon diperiksa untuk mengetahui cacat yang mungkin muncul pada permukaan tegangan. Sebagian besar spesifikasi menganggap cacat yang panjangnya lebih dari 3 mm sebagai penyebab penolakan.
Nama: Adi ramadani
BalasHapusKelas: XIOA
No: 02
2.proses pengujian yang di lakukan untuk mengetahui kemampuan bahan las dalam menahan tegangan dan regangan hingga titik putus
4.cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga rongga kecil saat logam mengeras
5.karena dapat menunjukan kualias hasil pengelasan secara visual
1.-atur kecepatan pengelasan yang sesuai agar logam pengisi cukup mengisi sambungan
BalasHapus4. -penyebabnya arus pengelasan terlalu tinggi
-sesuaikan Arus dan tegangan sesuai dengan spesifikasi kawat las dan material yang dilas
5.karena dapat mendapatkan hasil pengelasan secara fisual
Farel Marcelino c
BalasHapusXI OA 13
1. Cacat las yang sering terjadi pada proses pengelasan adalah retakan panas. Jelaskan penyebab utama dari cacat ini dan bagaimana cara menghindarinya dalam praktik pengelasan! Retakan panas adalah cacat las yang disebabkan oleh suhu pengelasan yang terlalu tinggi sehingga mengubah struktur logam, Untuk menghindari terjadinya cacat las porositas, Anda dapat melakukan beberapa hal, di antaranya:
Menjaga agar elektroda tidak lembab atau terkena air
Menjaga agar busur las tidak terlalu panjang
Menjaga agar arus pengelasan tidak terlalu rendah
4.Ampere yang digunakan saat pengelasan terlalu besar.
Celah pada root yang berlebih.
Teknik pengelasan yang digunakan tidak sesuai.
Suhu ligkungan dingin.
Elektroda yang digunakan terlalu besar
Arus pengelasan yang terlalu tinggi
5.Pengujian bending atau uji tekuk sangat penting dalam mengevaluasi kualitas sambungan las, terutama pada sambungan sudut atau t-joint, karena dapat memberikan informasi tentang kinerja material di bawah tekanan tekuk.Prosedur yang tepat dalam melakukan uji bending adalah:
Mengukur dimensi spesimen, yaitu panjang, lebar, dan tebal,Menyiapkan spesimen uji bending,Mengeset lebar tumpuan sesuai dengan benda spesimen,Mengeset tumpuan tepat pada tengah-tengah indentor,Memasang spesimen uji pada tumpuan
JULIUS W.A.P
BalasHapusNO:20
KLS:XI 0A
jawaban
(2.)
1.Spesimen uji yang digunakan adalah baja dengan karbon rendah
2. Ukur panjang dan diameter spesimen uji yang digunakan
3. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan
4. Letakkan spesimen uji pada pencekam
5. Operasikan mesin uji tarik dan catat diameter
(4.)
1. Perubahan suhu yang cepat dan tidak merata.
2. Teknik pengelasan yang buruk.
3. Bahan las tidak sesuai.
4. Kotoran dan minyak pada permukaan logam.
5. Kurangnya gas pelindung.
6. Logam dengan kadar karbon tinggi.
(5.)
Tujuan Pengujian
Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan
Prosedur Pengujian
1. Siapkan spesimen las (10-20 mm tebal, 50-100 mm panjang).
2. Bersihkan permukaan spesimen.
3. Lakukan pengujian bend dengan mesin uji.
4. Atur sudut pembengkokan (90-180 derajat).
5. Catat hasil pengujian.
Nama:Rifiansyah Putra
BalasHapusKelas:XI OA
No Absen:29
2.-Masukkan spesimen las ke dalam alat uji tarik.
-Tarik spesimen las terpisah.
-Mesin uji tarik akan menarik material hingga putus dan mencatat tegangan yang diberikan.
4.-Suhu pengelasan yang terlalu tinggi dapat mengubah struktur logam.
-Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kurangnya pengisian logam.
+Pengaturan arus dan tegangan yang tidak tepat dapat menyebabkan logam dasar tergerus.
5.-Memasang spesimen: Letakkan spesimen pada penyangga mesin uji tekuk
-Menerapkan gaya: Terapkan gaya pada titik tertentu sehingga spesimen tertekuk
-Mengukur dan menganalisis: Ukur dan analisis tingkat dan sifat pembengkokan atau patahan
3.) • Uji Radiografi (X-Ray) : Sinar X dipancarkan ke sambungan Las
BalasHapus• Uji Ultrasonik (UT) : Transduser mengirimkan gelombang suara ke sambungan las
4.) •Penyebab Utama : Suhu Pengelasan Yang tidak tepat/tidak terkendali dapat menyebabkan retakan
•Cara Menghindari : Pastikan suhu pengelasan sesuai dengan spesifikasi bahan dan jenis las
5.) Sebagai Mengevaluasi cacat internal / eksternal
•Prosedur : -Persiapan spesimen
-Pembersihan permukaan
-Penandaan
-Pengujian Bend
Hanif rifky setiawan
BalasHapusXIOA/16
1.Cacat las porositas adalah kondisi di mana terdapat rongga-rongga kecil atau lubang-lubang di dalam las yang disebabkan oleh terperangkapnya gas-gas, seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, atau karbondioksida, selama proses pengelasan.
4.penyebab utama:1. Perubahan suhu yang cepat dan ekstrem, menyebabkan logam mengalami ekspansi dan kontraksi.
2. Ketidakseragaman struktur logam.
3. Kekurangan atau kelebihan panas las.
Cara menghindari:
1. *Pembersihan permukaan*: Bersihkan permukaan logam dari kekotoran, minyak, dan kelembaban.
2. *Pemilihan elektroda*: Pilih elektroda yang sesuai dengan jenis logam dan proses pengelasan.
3. *Pengaturan suhu*: Atur suhu las yang tepat dan konstan.
5.
Tujuan:1. Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan las.
2. Mendeteksi cacat las seperti retakan, porositas, atau penetrasi yang tidak memadai.
3. Mengevaluasi kemampuan sambungan las menahan beban dan tekanan.
Prosedur:1. Siapkan spesimen las dengan ukuran yang sesuai.
2. Tentukan jenis pengujian (bending test): statis atau dinamis.
3. Gunakan mesin uji bend dengan kapasitas beban yang sesuai.
4. Pasang spesimen las pada mesin uji.
5. Lakukan pengujian dengan mengaplikasikan beban secara bertahap.
6. Catat hasil pengujian, termasuk sudut pembengkokan dan beban maksimum.
1.
BalasHapus1. Bersihkan permukaan benda kerja sebelum pengelasan.
2. Gunakan elektroda las yang sesuai dan berkualitas.
3. Atur arus las dan tegangan las dengan tepat.
4. Pastikan lingkungan kerja kering dan bebas dari kelembaban.
5. Gunakan perisai gas (shielding gas) seperti argon atau helium.
6. Lakukan pengelasan dengan teknik yang benar dan konsisten.
7. Periksa sambungan las secara visual dan menggunakan metode inspeksi non-destruktif (NDT).
8. Gunakan proses pengelasan yang sesuai (SMAW, MIG, TIG, atau lainnya).
2.
•Penyebab Utama Retakan Panas
1. Perubahan Suhu Ekstrem: Perubahan suhu yang cepat dan ekstrem selama proses pengelasan menyebabkan ketegangan pada logam.
2. Ketidakseragaman Struktur Logam: Perbedaan struktur logam, seperti perbedaan komposisi kimia atau struktur kristal, dapat menyebabkan retakan.
3. Kekurangan Preheating: Kurangnya pemanasan awal (preheating) pada logam sebelum pengelasan.
4. Penggunaan Elektroda yang Tidak Sesuai:
Elektroda las yang tidak sesuai dengan jenis logam dapat menyebabkan retakan.
5. Pengaturan Arus Las yang Tidak Tepat:
Arus las yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan retakan.
6. Kekurangan Penyimpanan Panas:
Kurangnya penyimpanan panas pada logam selama proses pengelasan.
7. Kualitas Logam yang Rendah: Kualitas logam yang rendah, seperti logam dengan kandungan karbon tinggi.
• Cara Menghindari Retakan Panas
1. Preheating: Lakukan pemanasan awal pada logam sebelum pengelasan untuk mengurangi ketegangan.
2. Penggunaan Elektroda yang Sesuai: Pilih elektroda las yang sesuai dengan jenis logam.
3. Pengaturan Arus Las: Atur arus las dengan tepat untuk menghindari ketegangan.
4. Penyimpanan Panas: Pastikan penyimpanan panas yang cukup pada logam selama proses pengelasan.
5. Penggunaan Teknik Pengelasan yang Benar: Gunakan teknik pengelasan yang benar, seperti pengelasan dengan arah yang tepat.
6. Pembersihan Permukaan: Bersihkan permukaan logam sebelum pengelasan.
3.
•Prosedur Pengujian
1. Tentukan jenis pengujian: bending test transversal (melintang) atau longitudinal (memanjang).
2. Siapkan mesin uji pembengkokan (bending machine).
3. Atur sudut pembengkokan (biasanya 30-180 derajat).
4. Pasang spesimen pada mesin uji.
5. Lakukan pembengkokan dengan kecepatan konstan.
6. Catat hasil pengujian (sudut pembengkokan, beban, dan deformasi).
•Interpretasi Hasil
1. Kekuatan Sambungan: Jika spesimen tidak retak atau rusak, maka sambungan las dianggap kuat.
2. Kualitas Penyambungan: Jika spesimen retak atau rusak, maka kualitas penyambungan kurang baik.
3. Cacat Las: Jika ditemukan cacat las, maka perlu dilakukan perbaikan atau pengelasan ulang.
4. Ketahanan: Jika spesimen dapat menahan beban dan tekanan, maka sambungan las dianggap tahan.
5. Sudut Pembengkokan Maksimum: Nilai sudut pembengkokan maksimum yang dapat ditahan spesimen.
Nama: Lutfi agus setiawan
BalasHapusNo : 21
Kelas: XI OA
Jawaban :
(4.) •Perubahan suhu yang cepat dan tidak merata.
• Teknik pengelasan yang buruk.
• Bahan las tidak sesuai.
•Kotoran dan minyak pada permukaan logam.
•Kurangnya gas pelindung.
•Logam dengan kadar karbon tinggi.
(5.) Tujuan Pengujian
Menilai kekuatan dan ketahanan sambungan
Prosedur Pengujian
1. Siapkan spesimen las (10-20 mm tebal, 50-100 mm panjang).
2. Bersihkan permukaan spesimen.
3. Lakukan pengujian bend dengan mesin uji.
4. Atur sudut pembengkokan (90-180 derajat).
5. Catat hasil pengujian.
(2.)1.Spesimen uji yang digunakan adalah baja dengan karbon rendah
2. Ukur panjang dan diameter spesimen uji yang digunakan
3. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan
4. Letakkan spesimen uji pada pencekam
5. Operasikan mesin uji tarik dan catat diameter.
1.atur kepecatan pengelasan yang sesuai agar logam pengisi cukup mengisi sambungan
BalasHapus4.penyebabnya arus pengelasan terlalu tinggi
-gunakan posisi pengelasan yang tepat dan pastikan pengelasan dilakukan dengan teknik yang benar.
5.karena dapat menunjukan hasil pengelasan secara visual
Nova andriyanto
BalasHapusXIOA/25
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap di dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
4. Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
5. karena dapat menunjukkan kualitas hasil pengelasan secara visual.
Immanuel Yudha B.P
BalasHapusXIOA/18
3.) • Uji Radiografi (X-Ray) : Sinar X dipancarkan ke sambungan Las
• Uji Ultrasonik (UT) : Transduser mengirimkan gelombang suara ke sambungan las
4.) •Penyebab Utama : Suhu Pengelasan Yang tidak tepat/tidak terkendali dapat menyebabkan retakan
•Cara Menghindari : Pastikan suhu pengelasan sesuai dengan spesifikasi bahan dan jenis las
5.) Sebagai Mengevaluasi cacat internal / eksternal
•Prosedur : -Persiapan spesimen
-Pembersihan permukaan
-Penandaan
-Pengujian Bend
NAMA : GALANG ARGA MANDALA PUTRA
BalasHapusNO : 15
3.) Uji Radiografi (X-Ray): Sinar X dipancarkan ke sambungan Las
Uji Ultrasonik (UT) : Transduser mengirimkan gelombang suara sambungan las ke
4.) Penyebab Utama: Suhu Pengelasan Yang tidak tepat/tidak terkendali dapat menyebabkan retakan •Cara Menghindari: Pastikan suhu pengelasan sesuai dengan spesifikasi bahan dan jenis las
5.) Sebagai Mengevaluasi cacat internal / eksternal
•Prosedur spesimen : -Persiapan
-Pembersihan permukaan
-Penandaan
-Pengujian Bend
Nama : M untung s
BalasHapusKelas : XI 0A
No : 23
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam las dan membentuk rongga-rongga. Cacat ini dapat mengurangi kekuatan sambungan las dan membuatnya rentan terhadap kerusakan.
2.Uji tarik adalah pengujian destruktif yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, dan keuletan bahan logam. Uji tarik dilakukan pada spesimen las untuk mengetahui kualitas sambungan las.
3.Dua jenis uji non-destruktif yang sering digunakan untuk mendeteksi cacat dalam sambungan las adalah radiografi dan liquid penetration test.
Radiografi
Menggunakan sinar X atau gamma untuk mendeteksi cacat pada permukaan logam
Prinsip kerjanya adalah intensitas radiasi berubah tergantung tebal dan densitas material
Kelebihannya dapat mendeteksi cacat permukaan logam lasan atau raw material
Dapat dioperasikan pada posisi-posisi yang sulit
Liquid penetration test
Menggunakan cairan penetrant berwarna tertentu untuk mendeteksi cacat pada permukaan las
Prinsip kerjanya adalah cairan penetrant meresap masuk ke dalam cacat pada permukaan las
Kelebihannya biayanya lebih terjangkau dan tidak terlalu rumit
4.Retakan panas pada las terjadi karena tegangan yang timbul saat logam mendingin setelah pembekuan. Penyebab utamanya adalah suhu pengelasan yang terlalu tinggi dan pendinginan yang terlalu cepat.
5.Untuk itu perlu dilakukan uji bending, tujuan dilakukan uji bending pada pengelasan adalah untuk mengetahui kualitas hasil las berdasarkan variasi arus listrik, jenis elektroda yang digunakan saat proses pengelasan
nama : Arief Rizal Akbar
BalasHapusno. : 05
kelas : XIOA
1.Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap di dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
4. Cacat las porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi ketika gas terperangkap dalam logam cair dan membentuk rongga-rongga kecil saat logam mengeras
5. karena dapat menunjukkan kualitas hasil pengelasan secara visual.