Sistem Pelumas


Sistem Pelumas

Gambar 1 : Ilustrasi Sistem Pelumas
(Sumber : teknisime.com)


Kompetensi Dasar : 

3.2 Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan

4.2 Merawat berkala sistem pelumasan


Indikator Pencapaian Kompetensi :

3.2.1 Memahami fungsi sistem pelumas kendaraan (C1)

3.2.2 Menganalisis komponen sistem pelumas (C4)

4.2.1 Menunjukkan komponen sistem pelumasan (P1)

4.2.2 Menunjukkan skema alur sistem pelumas dalam kendaraan dan kemungkinan permasalahan yang sering terjadi (P1)


Mesin terdiri dari bagian bagian logam (metal parts) yang bergerak, beberapa diantaranya ada yang berhubungan langsung (bergesekan). Termasuk diantaranya poros engkol, batang torak, dan mekanisme katup.  

Saat mesin mulai berputar, gesekan yang terjadi pada bagian-bagian mesin akan menyebabkan hilangnya tenaga, dan bagian mesin tersebut akan menjadi aus. Oli pelumas melumasi secara kontinyu ke bagian bagian mesin untuk mencegah keausan. Oli pelumas ini diatur oleh sistem pelumasan pada mesin. 

Gambar dibawah ini memperlihatkan pelumasan mekanisme sebuah poros yang berputar. Lapisan oli (oil film) terbentuk diantara poros dan bantalan yang berfungsi untuk mencegah kontak langsung. Saat poros bergerak lambat pada lapisan oli, dan tidak bersinggungan langsung dengan bantalan, gesekan antara dua bagian yang bergerak tetap ada, tapi hanya kecil sekali. 

Gambar 2 : Ilustrasi Oil Film
(Sumber : Toyota New Step 1)

Fungsi lain oli pelumasan : 

1. Oli membentuk lapisan (oil film) mencegah kontak langsung permukaan logam dengan logam. Mengurangi gesekan, dan mencegah keausan dan panas. 

2. Oli mendinginkan pada bagian bagian mesin

3. Berfungsi sebagai seal antara torak dengan cylinder liner. 

4. Mengeluarkan kotoran dari bagian bagian mesin

5. Mencegah karat pada bagian bagian mesin


Macam Sistem Pelumasan

Oli disalurkan ke bagian bagian mesin yang bergerak dengan beberapa cara, termasuk diantaranya sistem tekanan penuh (Fully Pressurezed Method), dengan cara percikan, dan kombinasi antara tekanan dan percikan. Untuk kendaraan Toyota menggunakan sistem tekanan penuh. Dalam sistem tekanan ini, oli ditekan oleh gerakan mekanik dari pompa oli dan disalurkan ke bagian bagian mesin yang bergerak. 

1. Sistem Pelumasan Percik

Gambar 3 : Sistem Pelumasan Percik 
(Sumber :rider-system.net)


2. Sistem Pelumasan Tekanan

Gambar 4 : Sistem Pelumasan Tekanan
(Sumber Gambar : Toyota New Step-1)

3. Sistem Pelumasan Campur

Gambar 5 : Sistem Pelumasan Campuran
(Sumber : Teknik-Otomotif.com)



Aliran oli pada sistem tekanan seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 5 : Skema Aliran Sistem Pelumasan 
(Sumber : autoexpose.org)


Gambar 6 : Skema Aliran Sistem Pelumasan
(Sumber ; otospeedoar.com)


Komponen Sistem Pelumasan

Gambar 7 : Pompa Oli 
(Sumber ; Toyota New Step 1)

Gambar 8 : Relief Valve 
(Sumber : Toyota New Step 1)


Gambar 9 : Pompa Oli Tipe Trochoid
(Sumber : teknik-otomotif.com)



Gambar 10: Filter Oli 
(Sumber : Toyota New Step 1)


Gambar 11 : Filter Oli 
(Sumber : mobilmo.com)


Gambar 12 : Aliran Filter Oli
(Sumber : montirpro.com)

Gambar 13 : Aliran Filter Oli (Cutting)
(Sumber : servisoto)


Sumber Materi : 
Toyota New Step 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar