Jenis Elektroda Pengelasan


Jenis Elektroda Pengelasan


Pertanyaan Pematik :














    Elektroda atau sering disebut juga kawat las  digunakan untuk melakukan pengelasan listrik. Busur nyala pada elektroda akan timbul ketika ujung elektroda sebagai pembakar bersinggungan dengan logam induk, kemudian menghasilkan banyak panas untuk melelehkan, dan meleburkan logam pengelasan. 

    Ukuran elektroda ditentukan oleh diameter kawat inti dan panjang elektroda. Diameter elektroda standar mulai 1,6 mm hingga 7,9 mm. Panjang elektroda  mulai  dari 229 mm hingga  457 mm. Adapun elektroda untuk aplikasi khusus dibuat hingga 914 mm.  Panjang elektroda yang paling umum 346 mm.


Spesifikasi Elektroda


Contoh ukuran elektroda di atas guna sebagai penandaan dalam penentuan jenis baja yang akan dilas. Pada spesifikasi di atas diperuntukan jenis mild steel. Adapun artinya, yaitu: 

E = elektroda untuk jenis las SMAW 

E60xx = dua digit pertama (angka 60) menunjukan kekuatan tariknya dalam Ksi (kilopound-square–inch). 

Angka 60 berarti kekuatan tariknya 60 ksi,  jika angkanya 70 berarti 70 ksi.Kalau dibaca dalam ukuran ‘psi (pound square inch)’ sama dengan 70000 psi, dimana 1 Ksi = 1000 psi. 

Exx1x = digit ketiga (angka 1) adalah posisi pengelasan. Kode angka 1  –  untuk semua posisi;  kode angka 2  –  untuk posisi flat dan horizontal; dan kode angka 3 – hanya untuk posisi flat. 

Exxx2 = digit keempat (angka 2) menunjukkan:  jenis salutan; penetrasi busur; arus las; serbuk besi (%). 


Pada ketentuannya, elektroda berdiameter terntentu disesuaikan dengan besar ampere listrik, agar pengelasan tidak terjadi kerusakan. Berikut ukuran ampere terhadap diameter elektroda.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar