TRANSMISI MANUAL
Tujuan Pembelajaran :
- Mengetahui Fungsi Transmisi Manual
- Mengetahui Komponen Transmisi Manual
- Mengetahui Fungsi Komponen Transmisi Manual
- Mengetahui Cara Kerja Transmisi Manual
Jenis yang pertama ini digunakan pada transmisi manual yang memiliki prinsip kerja lebih sederhana. Cara kerjanya adalah menggerakkan roda gigi untuk bisa mengatur percepatan dari output.
Sliding mesh sendiri kini sudah tidak digunakan, karena ketika terjadi putaran tinggi maka dua roda gigi yang dikaitkan hasil putarannya akan berbeda. Hal inilah yang menimbulkan perpindahan gigi menjadi tidak halus, tentu akan sangat mengganggu pengemudi.
2. Jenis Constant Mesh
Masih dengan transmisi manual, jenis sistem transmisi ini membutuhkan kopling untuk proses perpindahannya dari poros input ke output. Prosesnya sendiri memanfaatkan keterkaitan roda gigi yang tetap.
Jika dilihat dari cara kerjanya lebih rumit dari sebelumnya karena saat mesin hidup poros input akan memutar counter gear. Dampaknya output gear yang terhubung akan mengambang dan ketika berputar justru poros output tidak akan berputar.
3. Jenis Synchromesh
Sebagian besar kendaraan justru memilih jenis transmisi Synchromesh karena perpindahan giginya lebih halus. Jika dilihat cara kerjanya sangat mirip dengan constant mesh hanya saja terdapat komponen ring sycnronisher yang ada di clutch hub.
Fungsi dari komponen tersebut adalah untuk menyamakan putaran hub sleep dengan output gear ketika keduanya belum terkait. Hasilnya ketika Anda melakukan perpindahan pada mobil manual akan halus.
Istilah dalam Transmisi Manual
- Input Shaft
- Output Shaft
- Counter Shaft
- Input Gear
- Output Gear
- Counter Gear
- Reverse Idle Gear
- Idle Gear
- Fixed Gear
- Housing
- Shift Fork
- Shift Bar
- Tuas Transmisi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar